Manggarai Barat, 17 Juli 2026 – PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), PT Hotel Indonesia Natour (HIN), dan PT Sarinah (Persero) kembali memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui penyelenggaraan InJourney Hospitality House (IHH) bagi pelaku dan penggiat pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan yang diikuti oleh 100 peserta pada Batch 2 dan Batch 3 ini diselenggarakan di Sanggar Budaya Riang Tanah Tiwa, Desa Wisata Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Program ini merupakan kelanjutan dari komitmen InJourney Group dalam mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia sektor pariwisata yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak tahun 2024.
InJourney Hospitality House merupakan wujud kolaborasi antar entitas InJourney Group dalam memperkuat kompetensi masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat budaya hospitality, serta mendorong terciptanya pengalaman wisata yang unggul melalui penguatan kapasitas masyarakat lokal sebagai garda terdepan destinasi.
Pada pelaksanaan Batch 2 dan Batch 3, peserta memperoleh berbagai materi pelatihan yang mencakup service excellence, komunikasi pelayanan, customer experience, pengelolaan destinasi wisata berkelanjutan, serta pengembangan local champion sebagai agen perubahan di tingkat komunitas. Selain pembelajaran di dalam kelas, peserta juga mendapatkan pendampingan implementasi guna memastikan materi yang diberikan dapat diterapkan secara nyata dalam pengelolaan destinasi wisata.
Program ini turut melibatkan pemangku kepentingan, antara lain pemangku adat, praktisi pariwisata, pengelola desa wisata, serta komunitas ekonomi kreatif yang memiliki komitmen dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat.
Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat, menyampaikan bahwa InJourney Hospitality House merupakan wujud nyata komitmen InJourney Group dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas melalui penguatan kapasitas masyarakat sebagai pelaku utama destinasi.
“Melalui InJourney Hospitality House, kami tidak hanya menghadirkan pelatihan, tetapi juga membangun fondasi budaya hospitality yang menjadi kekuatan utama destinasi Indonesia. InJourney Hospitality berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui kolaborasi lintas entitas InJourney Group sehingga tercipta destinasi yang semakin kompetitif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal. Kami meyakini bahwa transformasi pariwisata Indonesia dimulai dari penguatan kualitas sumber daya manusianya,” ujar Christine Hutabarat.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Raisha Syarfuan, menegaskan bahwa masyarakat dan budaya lokal merupakan fondasi utama dalam membangun destinasi wisata yang berdaya saing.
“Wisatawan datang untuk menikmati alam, tetapi mereka akan mengingat keramahan masyarakat, kekayaan budaya, dan pengalaman autentik yang mereka rasakan. Karena itu, membangun kapasitas masyarakat lokal merupakan investasi jangka panjang yang berkelanjutan pariwisata. Melalui InJourney Hospitality House, Sarinah, ingin mendorong agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama yang menciptakan nilai, menghidupkan budaya, dan memperkuat daya saing destinasi Indonesia,” ujar Raisha Syarfuan.
Direktur Utama PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), Tri Andayani, menyampaikan bahwa kualitas pelayanan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan konektivitas saja, tetapi juga ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni dan memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.
“Melalui InJourney Hospitality House, IAS berkomitmen mendukung pengembangan kapabilitas IAS People sebagai garda terdepan dalam menciptakan layanan yang profesional, ramah, dan berstandar internasional. Sinergi lintas entitas InJourney Group ini merupakan wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan, memperkuat ekosistem pariwisata nasional, serta meningkatkan daya saing destinasi Indonesia melalui budaya hospitality yang menjadi identitas bangsa,” ujar Tri Andayani.
Program InJourney Hospitality House merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) InJourney Group yang diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Dengan mengedepankan kolaborasi lintas entitas dan keterlibatan aktif para pemangku kepentingan, InJourney Group berkomitmen menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung penguatan daya saing destinasi wisata nasional.
Melalui penyelenggaraan InJourney Hospitality House Batch 2 dan Batch 3 yang diikuti oleh 100 peserta, InJourney Group terus mendorong terciptanya sumber daya manusia pariwisata yang unggul sebagai fondasi dalam memperkuat daya saing destinasi Indonesia, sekaligus mendukung Labuan Bajo berkembang sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat lokal secara berkelanjutan.



