Badung, Bali, 5 September 2026 – PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), bagian dari InJourney Group, turut berpartisipasi dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Provinsi Bali pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 yang berlangsung pada 4–6 September 2026.
Kunjungan kerja ini mengangkat tema “Penguatan Sinergi BUMN dalam Mendukung Ekosistem Pariwisata Bali melalui Infrastruktur Destinasi, Transformasi Digital, dan Energi Berkelanjutan.” Kegiatan menjadi forum untuk melihat kontribusi BUMN dalam memperkuat konektivitas, kualitas layanan, infrastruktur, serta keberlanjutan pariwisata Bali.
Bali merupakan salah satu penggerak utama perekonomian nasional melalui sektor pariwisata. Sepanjang 2025, ekonomi Bali tumbuh 5,82%, sementara kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,95 juta kunjungan, meningkat 9,72% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut sekaligus menuntut penguatan kapasitas infrastruktur dan kualitas layanan untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang semakin seamless bagi wisatawan.
Dalam agenda tersebut, Direktur Utama IAS Tri Andayani, Direktur Operasi Danny P. Thaharsyah, serta Direktur SDM & Digitalisasi Anik Hidayati hadir menyampaikan kontribusi dan strategi IAS dalam mendukung penguatan ekosistem aviasi dan pariwisata Indonesia.
Tri Andayani menyampaikan bahwa IAS memiliki peran dalam memastikan berbagai layanan pendukung operasional bandara berjalan secara aman, andal, efisien, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan.
“Pertumbuhan pariwisata harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan di setiap titik perjalanan. IAS terus memperkuat operational excellence dan service excellence melalui pengembangan layanan, digitalisasi, serta peningkatan kompetensi karyawan IAS untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi pelanggan,” ujar Tri Andayani.
Dalam pembahasan, IAS memaparkan sejumlah aspek strategis, meliputi ground handling, passenger handling, baggage services, cargo services, hospitality, operation support, serta berbagai layanan pendukung operasional bandara.
IAS juga menyampaikan roadmap pengembangan layanan melalui digitalisasi, pemanfaatan artificial intelligence (AI), otomasi proses, dan data analytics, sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga standar pelayanan. Penguatan keamanan, keselamatan, kenyamanan, penanganan keluhan, serta pelayanan bagi kelompok rentan turut menjadi perhatian dalam pengembangan service excellence IAS.
Selain itu, IAS terus mendorong keterlibatan UMKM dan pelaku usaha lokal dalam rantai nilai bisnis, sehingga keberadaan industri aviasi dan pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui sinergi bersama InJourney Group dan berbagai pemangku kepentingan, IAS berkomitmen mendukung terciptanya ekosistem penerbangan dan pariwisata yang terintegrasi, berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan Bali sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia.***
Contact Person: Cindy Juwita (Corporate Communication & Stakeholder Division Head)
Email : corcomm@ias.id
Tentang InJourney Aviation Services PT Integrasi Aviasi Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS) merupakan sub holding dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney. InJourney Aviation Services yang resmi dibentuk pada 4 Januari 2024 merupakan konsolidasi sembilan anak usaha dibawah AP 1, APII dan Garuda yang akan fokus pada seluruh kegiatan yang berkaitan dengan layanan bandara and kargo. 5 portfolio bisnis utama IAS yaitu: Cargo & Logistics, Ground Handling, Hospitality, Operations Support, dan Property dengan memberikan 15 layanan penerbangan dan logistik yang kompeten dan kompetitif. Visi IAS menjadi penyedia jasa layanan aviasi dan logistik & kargo yang profesional dan kompeten di Indonesia dan regional.



