Jakarta, 10 Agustus 2026 – PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI resmi menjajaki kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Bisnis dalam Pemanfaatan Potensi dan Penyediaan Layanan Korporasi. Penandatanganan yang diselenggarakan di Gedung Sarinah, Jakarta pada Senin (10/8) ini menjadi langkah strategis kedua perusahaan dalam mengoptimalkan potensi dan kapabilitas masing-masing untuk menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi, efisien, dan berdaya saing, khususnya dalam mendukung penguatan konektivitas serta ekosistem logistik nasional.
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dihadiri oleh jajaran Direksi dari kedua perusahaan, yakni Direktur Utama IAS Tri Andayani, Direktur Utama PELNI Budi Setyawan Wijaya, Direktur Komersial IAS Muchdian Muchlis, serta Direktur Operasi IAS Danny Thaharsyah, dan Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Hana Suhardi.
Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Komersial IAS Muchdian Muchlis dan Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Hana Suhardi sebagai bentuk komitmen kedua perusahaan untuk mengembangkan potensi sinergi dan peluang bisnis secara lebih terstruktur.
Kerja sama IAS dan PELNI mencakup sejumlah bidang potensial yang saling melengkapi, meliputi layanan kargo dan logistik, pemanfaatan aset dan infrastruktur serta property, layanan ground handling, hospitality, dan operation support. Ruang lingkup tersebut membuka peluang bagi IAS dan Pelni untuk mengintegrasikan kompetensi, jaringan, aset, serta kapabilitas layanan guna menciptakan solusi bisnis yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan maupun pemangku kepentingan.
Direktur Utama IAS, Tri Andayani, menyampaikan bahwa penguatan konektivitas nasional membutuhkan kolaborasi lintas moda transportasi. Menurutnya, karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadikan integrasi antarmoda sebagai salah satu faktor penting dalam membangun rantai pasok yang efektif dan efisien.
“Konektivitas antar pulau tidak bisa hanya mengandalkan satu moda transportasi saja, melainkan dibutuhkan sinergi yang kuat antar moda untuk memastikan rantai pasok nasional berjalan dengan efektif dan efisien. Saya yakin dengan bersinergi dengan menggabungkan kekuatan, kompetensi, dan kapabilitas secara optimal, kita pasti akan mampu menciptakan solusi logistik yang jauh lebih efisien, andal, dan berdaya saing tinggi,” ujar Tri Andayani.
Menurut Tri Andayani, kerja sama dengan PELNI juga sejalan dengan upaya IAS untuk terus memperkuat perannya sebagai penyedia layanan terintegrasi dalam ekosistem aviasi dan logistik. Dengan mengoptimalkan jaringan dan kompetensi yang dimiliki masing-masing perusahaan, sinergi tersebut diharapkan dapat berkembang tidak hanya pada aspek layanan logistik, tetapi juga pada berbagai peluang bisnis korporasi lainnya.
Sementara itu, Direktur Utama PELNI, Budi Setyawan Wijaya, menyampaikan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman ini harus menjadi awal dari kerja sama yang nyata dan memberikan manfaat bagi kedua perusahaan. Menurutnya, sinergi antara PELNI dan IAS memiliki potensi besar karena kedua perusahaan memiliki kompetensi dan karakteristik bisnis yang saling melengkapi.
“Hari ini ini harus menjadi awal dari kerja sama antara IAS dan PELNI yang dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. Kita tidak ingin sinergi ini berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus dilanjutkan dengan mengidentifikasi potensi-potensi bisnis yang dapat segera diimplementasikan dan memberikan value bagi PELNI maupun IAS,” ujar Budi Setyawan Wijaya.
Dalam implementasinya, sinergi kedua perusahaan akan diarahkan untuk mengeksplorasi berbagai peluang bisnis yang dapat dikembangkan bersama, termasuk penguatan layanan kargo dan logistik multimoda dengan memanfaatkan keunggulan jaringan transportasi laut dan udara. Integrasi tersebut diharapkan dapat memberikan solusi alternatif distribusi yang lebih fleksibel sekaligus mendukung kebutuhan pelanggan korporasi.
Melalui Nota Kesepahaman ini, IAS dan PELNI berkomitmen untuk melakukan koordinasi dan penjajakan lebih lanjut mengenai peluang kerja sama yang potensial. Implementasi peluang bisnis akan dikembangkan berdasarkan kajian dan kesepakatan kedua perusahaan dengan tetap memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta ketentuan yang berlaku.
Sinergi IAS dan PELNI menjadi bagian dari semangat kolaborasi antarkorporasi untuk memperkuat konektivitas Indonesia melalui pemanfaatan kekuatan masing-masing perusahaan. Dengan mengintegrasikan kompetensi di sektor aviasi, maritim, logistik, hospitality, operations support, serta property, kedua perusahaan diharapkan mampu menghadirkan solusi yang lebih menyeluruh dalam menjawab kebutuhan pelanggan dan dinamika industri.
Contact Person: Cindy Juwita (Corporate Communication & Stakeholder Division Head)
Email : corcomm@ias.id
Tentang InJourney Aviation ServicesPT Integrasi Aviasi Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS) merupakan sub holding dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney. InJourney Aviation Services yang resmi dibentuk pada 4 Januari 2024 merupakan konsolidasi sembilan anak usaha dibawah AP 1, APII dan Garuda yang akan fokus pada seluruh kegiatan yang berkaitan dengan layanan bandara and kargo. 5 portfolio bisnis utama IAS yaitu: Cargo & Logistics, Ground Handling, Hospitality, Operations Support, dan Property dengan memberikan 15 layanan penerbangan dan logistik yang kompeten dan kompetitif. Visi IAS menjadi penyedia jasa layanan aviasi dan logistik & kargo yang profesional dan kompeten di Indonesia dan regional.



